Thursday, January 26, 2006

Ya Tuhanku Yang Maha Kuasa

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang pria yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu

Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah
Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan
Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat AgungMu

Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa dia hidup, sehingga
hidupnya tidaklah sia-sia
Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang
cerdas

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika
aku berbuat salah
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikkanku tetapi karena
hatiku

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan
situasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa bagai seorang wanita ketika berada
di sebelahnya

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Dan aku juga meminta :

Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMu, sehingga aku dapat
mencintainya dengan cintaMu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah aku sifatMu yang lembut sehingga kecantikanku datang darimu bukan
dari luar diriku
Berikan aku tanganMu sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya

Berikanlah aku penglihatanMu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik
dalam dirinya dan bukan hal buruk saja
Berikanlah aku mulukMu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMu dan
pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setia hari, dan aku dapat
tersenyum padanya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakan "Betapa Besarnya Engkau Karena Telah Memberikan Kepadaku
Seseorang Yang Dapat Membuat Hidupku Menjadi Sempurna"

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat
dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah tepat pada waktu yang Kau
tentukan

Saturday, December 24, 2005

DURIAN/DUREN
Buah ini banyak di gandungi orang karena selain bikin kepala kelenger juga
bisa menaikkan gengsi. Buah ini punya khasiat untuk mengobati Gatal- Gatal
dan Jerawat Karang di wajah. Caranya: cari durian yang mempunyai duri
berjumlah ganjil. Kemudian kupas dan ambil kulitnya (isinya kirimkan ke
saya). Gosokkan kulit durian tsb ke area yg gatal atau jerawatan dengan
gerakan memutar searah jarum jam. Bila sakit berlanjut berarti resep ini
kurang mujarab.

JAMBU MONYET
Buah ini biasa untuk rujak, akan tetapi ternyata mempunya khasiat lain yg
sangat mujarab. Khasiat tsb terdapat pada bijinya, yaitu dapat untuk
mengobati Keselek. Ambil Buah Jambu Monyet kemudian copot bijinya. Masukan
ke dalam segelas Air putih. Rendam kira2 5 menit sambil membaca mantra yang
berbunyi:
"SING-SING SOO..SING-SING
SOOO...ORANG
SINTING PENGEN
MAKAN BAKSO..!!!"
Kemudian minum segera bila anda sudah keselek. Dijamin lancar..!!!

PISANG
Stamina Loyo? Hobilah Makan Pisang... Ini terbukti dari monyet yang selalu
bergerak, padahal makanannya Hanya Pisang.

APEL
Apel adalah obat yg paling mujarab untuk orang yang sedang pacaran.
Seringkali karena tidak APEL seorang jadi Sakit Hati.

KEDONGDONG
Buah kedongdong terkenal biasanya buat Nge- rujak, nah keistimewaan lain
dari buah ini adalah untuk mengobati sakit tenggorokan

SALAK
Biji salak juga sangat berkhasiat untuk obat nyamuk... Kumpulkan
sebanyak-banyaknya, terus di sambit in ke nyamuk yg suka ngeganggu tidur ...

Melati akan selalu berwarna putih
Meski ia tumbuh ditengah comberan
Tetap suci, indah dan mewangi
Biarpun aroma busuk mengepungnya


Bunga bangkai akan selalu berbau busuk
Meskipun tumbuh ditaman nan indah
Indah dan begitu memikat warnanya
Namun hanya lalat yang mau menggaulinya


Mawar warnanya dan harumnya selalu menggoda indera
Biar indah, namun hati-hati dengan durinya
Meski kelopaknya indah nan lembut
Durinya akan membuatmu berdarah


Bunga Matahari akan selalu mencari arah terbit surya
Kecerahan terpancar dari sosok warnanya
Sekalipun badai membuatnya lemah sementara
Namun kala sinar datang, ia akan kembali bergairah



Kantong Semar haruslah diwaspadai
Indah memikat dengan kantong kemerahan
Jangan mendekat, jika kau seekor serangga
Karena ia tak segan-segan menjadikanmu sarapannya



Bunga.tetap selalu bunga.....
Biar wangi, atau bahkan busuk sebusuk bangkai sekalipun
Warnanya tetaplah indah, apapun jenisnya
Sebagaimana kita umat manusia .

Aku adalah sebuah bangku.

Kebahagian bagiku adalah saat di mana seseorang mampir
lalu duduk diatas pangkuanku.
Masa-masa dimana aku dapat melaksanakan
tugas dan fungsiku sebagai sebuah bangku.
Sedangkan penderitaan bagiku hanya datang
jika aku tidak dapat menjalankan tugas dan fungsiku
sebagai sebuah bangku.

Aku bukanlah bangku yang doyan untuk di duduki
Karena sebagai bangku akupun merasakan beban jika di duduki.
Namun adalah lebih baik bagiku
merasakan berat dipundak ketimbang dihati.
Sebab hatiku menjadi malu
mengingat aku tak bertugas dan berfungsi.

Bangku tanpa yang menduduki,
hanyalah sebuah susunan kayu penghias taman.
Tidaklah layak di sebut sebagai sebuah bangku.
Lalu mungkinkah hatiku akan lega,
sementara kodrat dan kenyataanku sungguh berbeda?

Tidak satupun yang di ciptakan,
tanpa maksud dan tajuan penciptaanya.
Termasuk aku sebagai sebuah bangku.

Menurutku,
Hidup akan berarti jika ada yang menduduki,
layaknya keberadaan penciptaanku,
sebagai sebuah bangku.

Lalu bagaimana menurut pendapatmu wahai manusia?
Adakah kita memiliki persepsi yang sama
tentang keselarasan tugas dan fungsi terhadap kodradnya?

Tapi apakah tugas dan fungsimu itu?
Adakah untuk diduduki juga?

5 comments Monday, October 24, 2005

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani.
Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.
Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu,
" Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air,
yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?"

Batang bambu menjawabnya,
"Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan.
Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi
pipa saluran air itu."

Sang petani menjawab, "Pertama,
aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau
dari rumpunmu yang indah itu.
Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang
dapat melukai orang yang memegangmu.
Setelah itu aku akan membelah-belah
engkau sesuai dengan keperluanku.
Terakhir aku akan membuang sekat-sekat
yang ada di dalam batangmu,
supaya air dapat mengalir dengan lancar.

Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku,
engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air
untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat
tumbuh dengan subur."

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam.....,
kemudian dia berkata kepada petani,
"Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku.
Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku,
bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini,
dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam
tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu.
Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?"

Petani menjawab batang bambu itu,
" Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu,
karena aku memilihmu justru karena engkau
yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini.
Jadi tenanglah."

Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan.
Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku,
tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki."

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya,
batang bambu indah yang dulu
hanya menjadi penghias halaman rumah petani,
kini telah berubah menjadi pipa saluran air
yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan
subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti
tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah
di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu,
kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita sempurna
untuk di pakai menjadi penyalur berkat.
Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan
bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan
memberikan beban yang tak mampu kita pikul.
Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah,
membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk
menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, " Ini aku Allah, perbuatlah
sesuai dengan yang Kau kehendaki."

0 comments

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang
sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Ditengah perjalanan, merekabertengkar,
dan salah seorang menampar temannya.

Orang yang kena tampar,merasa sakit hati,
tapi dengan tanpa berkata-kata,
dia menulis di ataspasir;

HARI INI,SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis,
dimana mereka memutuskan untuk mandi.

Orang yang pipinya kena tampar dan terlukahatinya,
mencoba berenang namun nyaris tenggelam,
dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siumandan rasa takutnya sudah hilang,
dia menulis di sebuah batu;
HARI INI,SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya,
bertanya,"Kenapa setelah saya melukai hatimu,
kau menulisnya diatas pasir,
dan sekarang kamu menulis di batu ?

"Temannya sambil tersenyum menjawab,
"Ketika seorang sahabat melukai kita,
kita harus menulisnya diatas pasir
agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut.

Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi,
kita harus memahatnya di atas batu hati kita,
agar tidak bisa hilang tertiup angin."

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat
dan konflik karena sudut pandang yang berbeda.
Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan
danlupakan masalah lalu.
Belajarlah menulis diatas pasir

2 comments Thursday, September 29, 2005

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH
KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU
DAPATKAN.

Kata-Kata diatas merupakan wujud syukur. Syukur
merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan
bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai,
tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak
bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan
selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang
kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan,
pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda
masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai
target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah
yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang
mendatangkan lebih banyak uang.
Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita
terus memikirkannya.
Tapi
anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya
menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita
ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta
yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam
arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang
''kaya''. Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang
memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati
apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi
kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak
tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan
berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah
lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda
miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya
hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik
atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.
Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.
Seorang
pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang
yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang
Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang
mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal
sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat
seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria.
Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai
bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur
adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita
dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih
beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang
lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih
percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa
membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan
semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan
gelisah.
Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya
merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu
angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.
Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya
melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti
pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya.
Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang
penting gajinya lebih besar.
Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan
pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri
apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati
pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau
dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik
mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama
sedang duduk termen ung sambil menggumam, ''Lulu,
Lulu.''
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah
yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ''Orang
ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.'' Si
pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain
ia terkejut melihat penghuninya terus menerus
memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Lulu,
Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?
'' tanyanya keheranan.
Dokter kemudian menjawab,
''Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.''

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati
apa yang kita miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang
tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan
cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di
laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.
Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya
mempunyai dua anak lak i-laki.
Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah
seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia
karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya.
Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan
berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak
pertama saya di surga.''

Bersyukurlah !

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala
sesuatu yang kamu inginkan ....
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu tumbuh ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang
baik...
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga
bersyukur akan masa surut...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi
positif ...

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan
semua itu akan menjadi berkah bagimu ...

1 comments Wednesday, September 28, 2005

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah.

Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.

Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.

Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.

Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.

Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun... dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.

Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

Begitu pula dalam kehidupan ini... tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.

Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener.

Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.

Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.

Pertanda seseorang adalah 'kepiting':

1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak

2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan

3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.

..Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yah... dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya...

Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.

3 comments Wednesday, September 21, 2005

Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku,
dekatkanlah...

Tapi kalau bukan jodohku, jodohkanlah....

Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah
kami jodoh..

Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapat
jodoh yg lain, selain aku...

Kalau dia tdk bisa dijodohkan denganku, jangan
sampai dia dapat jodoh yg lain, biarkan dia tidak
berjodoh sama seperti diriku....

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali....

Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah!............Jodohkanlah denganku....

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang
itu ketemu jodoh dengan yg lain dan kemudian
jodohkan kembali dia dengan ku...

"Amin............."

0 comments Friday, September 09, 2005

Cinta itu seperti bunga yang tak akan pernah layu
Bunga yang selalu menebarkan harum selamanya
Begitu pula cintaku padanya
Cinta yang telah kau nyalakan di dalam hatiku

Cintaku itu tak akan pernah padam
Akan selalu ku jaga api cinta itu
Sekalipun sudah lama engkau tak mengindahkannya
Percayalah, akan tetap ku jaga

Pertama kali mengenalmu
Pertama kali kau nyalakan api cintamu
Mulai tumbuh nyala api kecil dalam hatiku
Nyala api indah yang menerangiku

Seakan tak percaya,
Yang menyalakannya adalah kau
Kau..
Seorang yang teramat baik untukku

Cinta yang kau berikan begitu tulus
Cinta itu selalu menyemangatiku
Cinta itu selalu menyejukkanku
Memberiku kedamaian

Setiap kali menyadari
Nyala api itu ada di hatiku,
Aku pun tersenyum
Senyum bahagia.. bahagia..
Oh.. indahnya!

Tetapi, Nyala api itu meredup.. meredup
Bukan salahmu,
Melainkan salahku
Aku tidak menjaganya

Aku terlalu bahagia,
Sehingga aku lupa bahwa aku harus menjaganya
Aku yang salah
Hanya aku yang salah

Cintaku,
Kau begitu baik padaku
Pribadimu, tutur katamu,
Semuanya baik..
Kau tidak salah

Tiba-tiba,
Aku merasakan nyala api itu
Mulai membakar hatiku
Aku menangis.. menjerit..
Tak kuasa aku mengendalikan diriku

Setiap kali aku mengingatmu,
Setiap kali itu juga aku menangis
Bahwa aku amat merindukanmu
Apa daya,
Kau tak dapat kurengkuh

Detik, menit, jam,
Hari, minggu, dan bulan ...
Aku lewati dengan perasaan memendam rindu
Tetapi, rinduku tak pernah terbalas
Dan aku pun menangis

Kemanakah gerangan cintaku pergi?
Harus kemana aku mencarinya?
Aku tak punya keberanian
Aku sangat lemah dan amat menderita

Oh, Tuhan..
Ingin ku akhiri saja hidupku ini
Ingin ku pergi menjauh saja
Dan tak pernah kembali

Oh, Tuhan..
Aku tak berdaya, aku amat mencintainya
Aku tidak bisa menyangkal diriku
Untuk tidak mencintainya
Aku tidak bisa membencinya

Sekian lama aku bergumul
Dengan kesedihanku, dengan perasaanku
Tangisan seakan tak pernah berhenti
Tolonglah aku!

Seiring dengan berjalannya waktu,
Aku mulai bisa menerima kenyataan
Aku bisa menerima keadaan
Aku bisa tetap mencintai
Meskipun kau tak dapat kurengkuh

Cintaku,
Nyala api di hatiku kembali memancarkan sinar
terangnya
Aku menghidupkannya kembali
Mungkin tidak seindah dan sehangat dulu

Tetapi,
Akan selalu tetap ku jaga
Tidak akan pernah ku padamkan
Akan tetap menghangatkan hatiku
Sekalipun kau sangat jauh

Tuhanku,
Jujur, aku amat mencintai dan merindukannya
Terima kasih Tuhan,
Telah menghadirkan seorang yang teramat baik
Bagiku

Aku akan selalu berdoa untukmu,
Itulah ungkapan cintaku padamu
Hanya itu yang dapat ku lakukan
Untuk mencintaimu

Bukankah cinta sejati tidak harus memiliki?
Cinta sejati, cinta yang kurasakan kini
Yang tidak akan pernah aku lupakan
Seumur hidupku
Aku akan selalu mencintaimu
Kan ku jaga nyala api itu
Selamanya..!

0 comments

Konon di tengah hutan,
bunga mawar menertawakan pohon cemara seraya berkata;
"Meskipun anda tumbuh begitu tegap,
tetapi anda tidak memiliki keharuman
sehingga tidak dapat menarik kumbang dan lebah untuk mendekat."

Pohon cemara diam saja.
Demikianlah bunga mawar di mana-mana menyiarkan
dan menceritakan tampak buruk pohon cemara,
sehingga membuat pohon cemara tersingkir dan menyendiri di tengah hutan.

Ketika musim dingin datang dan turun salju yang lebat,
bunga mawar yang sombong sangat sulit mempertahankan kehidupannya.
Demikian pula dengan pohon dan bunga-bunga lainnya.
Hanya pohon cemara yang masih tegak berdiri
di tengah badai dingin yang menerpa bumi.

Di tengah malam yang sunyi,
salju berbincang-bincang dengan pohon cemara.
Salju berkata; " Setiap tahun saya datang ke bumi ini,
selalu melihat kemakmuran dan keramaian di bumi berubah wajah.
Hanya gersang dan sunyi senyap yang menyelimuti bumi.

Namun, kamulah satu-satunya yang dapat melewati ujian saya
dan berdiri tegak hingga dapat menahan segala macam tekanan alam.
Begitu pula alam kehidupan dan manusia selalu mengalami perubahan."
Demikianlah pembicaraan menarik antara pohon cemara
dan salju yang terjadi di tengah malam pada musim dingin.

Sedih dan gembira selalu datang silih berganti;
hanya dengan keteguhan jiwa dan pikiran,
kebahagiaan itu dapat diraihnya.
Caci maki dan fitnah tidak
dapat menjatuhkan orang yang kuat.

Di dalam ungkapan Timur sering terdapat kata-kata :
" Menengadah ke langit dan membuang ludah."
dan " Menabur debu dengan angin yang berlawanan."
Ini semua mengisahkan kebodohan-kebodohan yang
dilakukan seseorang dan pada akhirnya mencelakakan dirinya sendiri.
Menghadapi fitnahan dan celaan,
hendaknya seseorang berlapang dada bagaikan langit besar yang tak bertepi.

Cuaca terang dan berawan selalu silih berganti.
Belajar bagaikan cermin yang jernih dapat melihat keadaan sebenarnya.

Bunga mawar hanya merasakan kepuasan dan kecongkakan sejenak,
tetapi pohon cemara dapat menghadapi,
menerima dan menahan diri dengan tenang dan sabar.

Kita harus belajar dari sifat pohon cemara yang tegar menahan serangan,
baik serangan yang bersifat tindakan, ucapan maupun pikiran ;
dan menjadikannya sesuatu yang sejuk, hangat dan damai.

Sumber: Melangkah Bersama
by : Tony Chan