Wednesday, July 27, 2005

Pada suatu hari, kura-kura dan kelinci berdebat mengenai siapa yang
lebih cepat. Setelah perdebatan panjang, mereka memutuskan untuk
menyelesaikan perdebatan itu dengan mengadakan balapan. Mereka
menyetujui suatu rute dan segera memulai balapan.

Kelinci memimpin di depan dan berlari dengan kencang selama beberapa
waktu. Namun kemudian ia melihat bahwa ia telah begitu jauh di depan
kura-kura, dan berpikir untuk beristirahat sejenak di bawah pohon
sebelum melanjutkan kembali balapan. Ia duduk di bawah pohon dan
kemudian jatuh tertidur. Kura-kura berusaha keras untuk menyusul
kelinci dan kemudian menyelesaikan balapan sebagai pemenang. Kelinci
kemudian terbangun dan menyadari bahwa dia telah kalah dalam balapan.

Moral dari cerita ini adalah pelan namun tekun akan memenangkan pertandingan.

Ini adalah versi yang kita ketahui sejak kecil.

Namun baru-baru ini, seseorang memberitahu saya versi yang lebih
menarik dari cerita ini. Cerita ini masih berlanjut.

Kelinci begitu kecewa karena kalah dalam balapan tersebut dan ia
kemudian melakukan Defect Prevention (Root Cause Analysis) untuk
mencari penyebab kegagalannya. Ia kemudian menyadari bahwa ia kalah
dalam balapan hanya karena ia terlalu percaya diri dan tidak peduli.

Jika ia tidak seperti itu, tidak mungkin kura-kura dapat
mengalahkannya. Kemudian ia menantang kura-kura untuk kembali balapan
dan kura-kura pun setuju.

Kali ini, kelinci mengeluarkan segenap kemampuannya dan berlari tanpa
henti hingga garis finish. Ia pun menang telak dari kura-kura.

Moral dari cerita ini? cepat dan konsisten selalu mengalahkan lambat
namun tekun.

Jika ada dua orang dalam organisasi. Satu orang bekerja lambat, tekun
dan metodis, sedangkan satunya lagi bekerja cepat namun tetap dapat
diandalkan dalam melakukan pekerjaannya, maka si cepat yang dapat
diandalkanlah yang secara konsisten menaiki tangga organisasi lebih
cepat dari pada si lambat metodis.

Bagus untuk pelan dan tekun, namun lebih baik cepat dan dapat diandalkan.

Namun ceritanya tidak berakhir di sini. Kura-kura kali ini yang
melakukan pemikiran dan menyadari bahwa ia tidak mungkin mengalahkan
kelinci dalam format balapan standar.

Dia memikirkannya untuk beberapa waktu, dan kemudian menantang kelinci
untuk kembali balapan, namun kali ini rute yang digunakan sedikit
berbeda.

Kelinci setuju. Mereka pun segera memulai balapan. Untuk
mempertahankan komitmennya, cepat dan konsisten, kelinci segera
berlari dengan kecepatan penuh. Hingga kemudian ia menjumpai sungai
yang lebar. Garis finish hanya beberapa kilometer di seberang sungai.

Kelinci kemudian duduk dan memikirkan apa yang harus dilakukan.
Sementara itu, kura-kura menggelinding masuk ke dalam sungai dan
berenang ke seberang sungai. Kura-kura kemudian meneruskan perjalanan
dan menyelesaikan balapan.

Moral dari cerita ini? Kenali core competency Anda dan ganti medan
permainan sesuai dengan core competency.

Dalam organisasi, jika Anda seorang pembicara yang baik, pastikan Anda
dapat membuat kesempatan-kesempatan untuk memberikan presentasi yang
menyebabkan manajemen senior untuk mengetahui kekuatan Anda.

Jika kekuatan Anda adalah analisa, pastikan Anda membuat suatu riset,
membuat laporan, dan mengirimkannya ke atas. Bekerja sesuai dengan
kekuatan tidak hanya membuat Anda diketahui namun juga membuat
kesempatan untuk tumbuh dan maju.

Ceritanya masih belum selesai.

Kelinci dan kura-kura, kali ini, telah menjadi teman baik dan banyak
melakukan pemikiran bersama. Keduanya menyadari bahwa balapan terakhir
dapat berjalan jauh lebih baik.

Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan balapan lagi, namun kali
ini mereka bekerja sama sebagai satu tim.

Mereka memulai balapan, namun kali ini kelinci menggendong kura-kura
hingga sisi sungai. Dari situ, kura-kura mengambil alih dan berenang
menyeberangi sungai dengan kelinci di punggungnya. Di seberang sungai,
kelinci menggendong kura-kura lagi dan mereka mencapai garis finish
bersama. Ternyata hasilnya jauh lebih memuaskan.

Moral dari cerita ini? Bagus untuk menjadi brilian secara perorangan
dan memiliki core competency yang kuat. Kecuali jika Anda dapat
bekerja dalam tim dan memanfaatkan core competency masing-masing,
hasilnya akan minim karena selalu ada situasi ketika Anda melakukan
sesuatu dengan buruk sedangkan orang lain mengerjakannya lebih baik.

Kerja tim utamanya merupakan kepemimpinan berdasarkan situasi,
membiarkan orang dengan core competency yang relevan pada suatu
situasi untuk mengambil kepemimpinan.

Ada pelajaran lain yang dapat di ambil dari cerita ini.

Baik kelinci maupun kura-kura tidak menyerah setelah kegagalan.
Kelinci memutuskan untuk bekerja lebih keras dan berusaha lebih
setelah kegagalannya. Kura-kura merubah strateginya karena ia telah
bekerja sekeras yang ia mampu. Ketika menemui kegagalan dalam hidup,
kadang-kadang dapat diselesaikan dengan kerja keras dan usaha lebih.
Kadang-kadang dapat diselesaikan dengan mengganti strategi dan mencoba
hal yang lain. Dan kadang-kadang harus diselesaikan dengan melakukan
keduanya.

Kelinci dan kura-kura juga mempelajari pelajaran penting lainnya. Jika
kita berhenti berkompetisi dengan rival dan sebaliknya memulai
berkompetisi melawan situasi, hasilnya akan lebih baik.

1 comments:

Ahmad said...

I like you blog and a story. adikku sangat suka dengan cerita ini dan ortu ku juga suka

Post a Comment